PEPADUNTV.COM ,Metro -Ketua DPRD Kota Metro Ria Hartini,S.sos.,M.M melaksanakan Kegiatan Reses Masa Sidang Ke-2 tahun 2026,Beliau mengajak dan menghimbau untuk para warga yang bertempat tinggal di wilayah kelurahan Imopuro ,untuk bersama-sama mensosialisasikan lisan maupun gerakan”Ayok jangan buang sampah sembarangan”.selasa/12/05/26.
Ketua DPRD Metro Ria Hartini,S.Sos.,M.M mengatakan, Pada hari ini yang menjadi keluh kesah warga yang disampaikan pada kami salah satunya yaitu, terkait permasalahan banjir dan sampah yang menumpuk di wilayah kelurahan Imopuro(sering disebut Napuro),
Karena Menurut Warga, banjir berasal dari atas kompleks Pasar turun kebawah ,dan akhirnya mandek.Lumpur yang dibawah dari aliran banjir mandek dan menumpuk di saluran Irigasi.Sebenarnya sudah sekali kita lakukan penanganan, tetapi hujan yang masih terus-terusan, sampah juga dari atas terus ke jalan akhirnya bertambah dan numpuk lagi,Kita nggak bisa apa-apain.
Lanjut Ria Hartini ,Tadi kan sudah saya sampaikan, Napuro ini kan merupakan jantung nya Kota,dari situ ada pasar. Nah ini sudah sering kali saya sampaikan kepada masyarakat , kan saya juga salah satu warga Napuro juga.
Saya juga sering melakukan bersih-bersih sampah bersama masyarakat setempat.Sampah itu sebenarnya tidak hanya dari warga Napuro saja ,melainkan dari pasar dan juga dari beberapa kalangan-kalangan.Kadang- kadang mereka buang sampah sembarangan. Akhirnya dampak juga pada irigasi kan. Sampahnya numpuk, kalau hujan juga banjir ke mana-mana. Terlihat genangan sampah itu sendiri.
Himbauan untuk masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan itu.Tadi sudah saya sampaikan untuk kerja sama nya dari Pamong maupun masyarakat yang bertempat tinggal di situ ,untuk sama-sama lah mensosialisasikan,Menjaga,dan jangan buang sampah sembarangan. Karena ini juga tentunya sangat mengganggu aktifitas warga kita ,terutama warga di wilayah Napuro.
Kadang-kadang anak-anak juga nggak melihat, “Itu Bu sampahnya banyak.” Kadang sering sudah saya sosialisasikan, “Ayok jangan buang sampah sembarangan.” Karena kan tiap hari, tiap jam itu kan aktivitas di jalan situ karena pasar kan banyak ya. Jadi susah juga kita kadang-kadang memonitornya.(fathur)



