Beranda Budaya SLB Insan Madani Kota Metro Melepas 9 Peserta didik yang terdiri dari...

SLB Insan Madani Kota Metro Melepas 9 Peserta didik yang terdiri dari SDLB,SMPLB DAN SMALB

3
0
BERBAGI

 

Pepaduntv.com,Metro – Sekolah Luar Biasa (SLB) Insan Madani Kota Metro ,menggelar acara pelepasan peserta didik Tahun Ajaran 2025/2026 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 SLB Insan Madani. Kegiatan yang mengusung tema “Mengukir Prestasi, Menebar Kasih, Mewujudkan Kemandirian Tanpa Batas bagi Generasi Istimewa”berlangsung di halaman SLB Insan Madani, Kamis (13/8/2026).

Total sebanyak sembilan(9) peserta didik dilepas dalam momentum tersebut,terdiri atas empat siswa SDLB, empat siswa SMPLB, dan satu siswa SMALB. Pelepasan tidak semata-mata hanya menjadi penanda berakhirnya satu jenjang pendidikan, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen sekolah dalam membekali peserta didik berkebutuhan khusus agar mampu berkembang sesuai potensi, bakat, dan kecakapan hidup masing-masing.
Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Insan Madani Kota Metro Prof. Sowiyah menyampaikan, apresiasi kepada para orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada SLB Insan Madani untuk mendidik putra-putri mereka.

 

Menurutnya, kekuatan utama pendidikan di SLB Insan Madani tidak hanya terletak pada fasilitas, tetapi juga pada kualitas dan kompetensi tenaga pendidik yang mengajar dengan pendekatan penuh kasih sayang.

 

 

“Kami menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan anak-anaknya dididik di Insan Madani. Kami memiliki guru-guru yang berkualitas dan kompeten. Yang paling penting, guru-guru di sini mengajar dengan hati dan memiliki kasih sayang,” ujar Prof. Sowiyah.

 

 

Lanjutnya ,SLB Insan Madani juga membangun jejaring dan tetap memantau perkembangan peserta didik setelah mereka menyelesaikan pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting karena hingga kini belum terdapat balai latihan khusus bagi anak difabel di Lampung yang dapat menjadi wadah pengembangan keterampilan mereka secara lebih spesifik.

 

 

Karena itu, sejak jenjang pendidikan menengah, pihak sekolah berupaya menggali bakat dan minat peserta didik sebagai bekal memasuki kehidupan setelah lulus.

 

 

“Sejak SMA, bakat dan minat mereka sudah kami gali. Ada yang memiliki potensi di bidang kuliner, servis atau steam motor, dan ada pula yang berjualan,” jelasnya.

 

 

Prof. Sowiyah mengakui, sebagian peserta didik SLB Insan Madani memiliki kondisi yang membutuhkan pendampingan lebih intensif. Kondisi tersebut membuat peluang mereka untuk memasuki dunia kerja formal, termasuk pemerintahan, masih menghadapi berbagai tantangan.

 

 

Namun, menurutnya keterbatasan tersebut bukan alasan untuk berhenti memberikan pendidikan dan pendampingan.

 

 

“Kami tidak pernah berputus asa. Kami tetap mendidik mereka. Ada yang sudah berjualan bersama ibunya, ada yang menjadi penghafal Al-Qur’an dan mendapat kesempatan mengaji, serta ada yang memiliki kemampuan hadroh dan musik yang kerap ditampilkan bersama orang tuanya. Itu semua merupakan potensi yang dapat dikembangkan menjadi bentuk kemandirian dan kewirausahaan,” katanya.

 

 

Ia menegaskan, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus harus berangkat dari perspektif bahwa setiap anak memiliki kelebihan dan potensi yang berbeda.

 

 

Di Lampung, kata dia, terdapat 33 SLB, sementara di Kota Metro terdapat enam SLB. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi seluruh pihak agar kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus dapat dilayani secara optimal.

 

 

“Allah menciptakan anak-anak dengan kelebihan masing-masing. Kita semua juga memiliki kekurangan. Karena itu, seorang guru maupun orang tua harus mampu menggali potensi anak sesuai bakatnya masing-masing,” tuturnya.

 

 

Prof. Sowiyah juga berharap perhatian pemerintah terhadap pendidikan luar biasa tidak berhenti pada dukungan fisik, tetapi diperluas dalam bentuk pendampingan, pembinaan, serta kehadiran pemerintah di tengah lembaga pendidikan berbasis masyarakat.

 

 

“Kami mengharapkan bukan hanya bantuan secara fisik, tetapi juga perhatian, pendampingan, dan pembinaan. Kami ingin diakui, diperhatikan, dilihat, dibina, dan pemerintah hadir. Sentuhan dan sapaan saja bagi kami sudah luar biasa,” ujarnya.

 

 

Sementara itu, Kepala SLB Insan Madani Kota Metro, Dwi Septi Handayani, S.Pd., mengatakan, sembilan peserta didik yang dilepas pada tahun ajaran ini berasal dari tiga jenjang pendidikan, yakni empat siswa SDLB, empat siswa SMPLB, dan satu siswa SMALB, dengan beragam jenis ketunaan.

 

 

Ia menjelaskan, proses pendidikan di SLB Insan Madani tetap mengacu pada tahapan pembelajaran dan evaluasi sebagaimana sekolah pada umumnya, dengan penyesuaian berdasarkan kebutuhan peserta didik.

 

“Seperti sekolah pada umumnya, mereka mengikuti ujian tertulis dan ujian praktik. Mereka juga mendapatkan ijazah melalui tahapan dan proses evaluasi untuk naik jenjang pendidikan,” jelas Dwi.

 

 

Menurutnya, keberhasilan pendidikan bagi peserta didik SLB tidak semata-mata diukur dari capaian akademik, melainkan juga dari kemampuan mereka menjalani kehidupan secara mandiri.

 

 

Karena itu, ia berharap para lulusan memiliki kecakapan hidup (life skills) yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari dan mengurangi ketergantungan kepada orang lain.

 

 

“Kesan dan pesan utama kami kepada anak-anak yang telah lulus adalah mereka harus mampu mandiri, tidak bergantung kepada orang lain, serta memiliki kecakapan hidup yang nantinya berguna bagi kehidupannya tanpa merepotkan orang tua,” katanya.

 

 

Dwi menambahkan, peserta didik yang menyelesaikan jenjang SD maupun SMP tetap dapat melanjutkan pendidikan di SLB Insan Madani. Sementara untuk lulusan SMA, sekolah memberikan pendampingan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.

 

 

Untuk satu-satunya lulusan SMALB tahun ini yang memiliki hambatan pendengaran sekaligus hambatan ganda, pihak sekolah masih memberikan pelatihan dan terapi karena yang bersangkutan dinilai masih membutuhkan dukungan dalam menjalani aktivitas secara mandiri.

 

 

“Kalau kami lepaskan tanpa bantuan orang lain, mereka belum tentu mampu. Karena itu, pendampingan tetap kami lakukan,” ujarnya.

 

 

Komitmen pendampingan tersebut, lanjut Dwi, tidak berhenti ketika peserta didik dinyatakan lulus. Sekolah tetap menjalin komunikasi dengan orang tua untuk memantau perkembangan dan kondisi anak setelah menyelesaikan pendidikan di SLB Insan Madani.

 

 

“Setelah lulus dari SLB, kami masih melakukan pendampingan. Kami selalu berkomunikasi dengan orang tua untuk mengetahui perkembangan mereka. Komunikasi itu tetap terjalin,” katanya.

 

 

Ia berharap seluruh lulusan SLB Insan Madani mampu melanjutkan kehidupan dengan lebih mandiri, memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan, serta mampu memulai usaha yang memberikan manfaat bagi dirinya dan keluarga.

 

 

“Harapannya, setelah lulus mereka bisa mandiri, memiliki kecakapan hidup, dan setidaknya dapat memulai usaha yang berguna bagi dirinya sendiri,” pungkasnya.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan Wali Kota Metro, Asisten I Setda Kota Metro Helmy Zain, Kepala Dinas P3A2KB Silfia Naharani, Camat Metro Barat, Lurah Ganjar Agung, serta sejumlah tamu undangan lainnya.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here