PEPADUNTV.COM ,Metro – Anggota DPRD Kota Metro Komisi 1 Drs.H .Sudarsono,M.M yang (akrab disapa Lek Dar),yang membidangi salah satunya urusan Pemerintahan,menyoroti Kondisi Pemerintah Kota Metro yang saat ini mengalami krisis dan darurat fiskal.
Hal tersebut disampaikan nya pada saat kegiatan konferensi Pers bersama rekan-rekan Awak Media sekota Metro,di ruang OR DPRD Setempat.06/05/26.
Tokoh masyarakat yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Metro Sudarsono dalam keterangannya menyampaikan bahwa,arah kebijakan Anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD)dan Belanja Daerah (APBD) Kota Metro yang dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh. Menurutnya, anggaran daerah seharusnya menjadi instrumen utama untuk mendorong pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, bukan justru menyisakan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Lek Dar menilai ,masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, mulai dari kondisi infrastruktur jalan, pengelolaan persampahan, hingga kebutuhan pelayanan dasar masyarakat yang belum sepenuhnya optimal.
Menurut dia, dengan kapasitas anggaran yang dimiliki pemerintah daerah setiap tahunnya, masyarakat seharusnya sudah bisa merasakan dampak pembangunan yang lebih nyata dan merata.
“APBD itu berasal dari uang rakyat. Maka penggunaannya harus benar-benar tepat sasaran dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Sudarsono.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian pemerintah daerah dalam menyusun skala prioritas pembangunan, agar anggaran tidak terserap pada belanja rutin semata, tetapi lebih banyak diarahkan pada program yang menyentuh kebutuhan publik.
Sudarsono berharap seluruh pemangku kebijakan di Kota Metro dapat menjadikan evaluasi anggaran sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas pembangunan daerah ke depan. Menurutnya, transparansi, efisiensi, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat harus menjadi fondasi utama dalam pengelolaan APBD.
“Yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran, tetapi hasil nyata yang bisa dilihat dan dirasakan,” tegasnya.
Di sisi lain, Sudarsono juga menyoroti kebijakan Walikota Metro agar hidup saling menghargai dan beretika.
Dirinya menggambarkan kejadian belum lama ini, di mana ada wacana interpelasi semua Ketua Partai diundang. Sementara dirinya selaku Ketua Partai Gerindra tidak Diundang. Dirinya mengaku kecewa atas hal tersebut. Ia merasa Ketua Partai bukan ketua LSM.
“Kejadian tersebut ketika saat keesokan harinya akan dilakukan Paripurna, malam harinya dipanggil semua ketika itu. Sementara gerinda saya tidak dipanggil, ada apa,” pungkasnya.(*)